2018 Pasar Leles Direvitalisasi

Kerugian Akibat Kebakaran Pasar Leles Capai Rp2 Miliar

 

GARUT – Bupati Garut Rudy Gunawan, kemarin (12/9) meninjau langsung Pasar Leles yang mengalami kebakaran Senin sore (11/9). Di sana Bupati melakukan komunikasi dengan sejumlah pedagang dan menyampaikan rasa duka mendalam yang dialami oleh para pedagang.

Rudy menyebut bahwa Pasar Leles oleh Pemerintah Kabupaten Garut telah direncanakan untuk direvitalisasi di 2018 mendatang. Pemerintah Kabupaten Garut pun sudah mengalokasikan dana revitalisasinya di mana besarannya mencapai Rp30 miliar.

Sementara akibat kebakaran Pasar Leles, kerugiannya ditaksir lebih dari Rp2 miliar. Hitungan tersebut muncul setelah dilakukan pendataan dan ditemukan ratusan kios dan los yang ludes terbakar ditambah sejumlah rumah yang terkena dampak dari kebakaran.

Komandan Koramil Leles, Kapten Danzaini menyebut jika peristiwa kebakaran yang terjadi di Kampung Pangkurisan, RT 003/009, Desa Leles, Kecamatan Leles itu sedikitnya membakar 171 kios dan los milik pedagang. Dari jumlah 171 itu, 161 di antaranya adalah jongko dan kios-kios, sedangkan sisanya yang berjumlah 9 adalah los yang berada di blok C dan D.

“Berdasarkan informasi yang kita himpun tadi pagi (kemarin), jadi api ini diketahui mulai muncul di salah satu kios milik pedagang kelontongan hingga akhirnya merembet ke los dan kios-kios di sekitarnya. Selain kios dan los yang terbakar, ada juga rumah warga yang berada di sekitar pasar yang terkena dampak, jumlahnya ada 11,” ujarnya, kemarin.

Danzani menyebut jika kesebelas rumah yang terkena dampak itu tujuh di antaranya berada di Kampung Pangkurisan Kidul, dan empat lainnya berada di Pangkurisan Wetan. “Jumlah kerugian materil akibat peristiwa kebakaran kemarin saat ini sedang dalam penghitungan, namun informasi awal dari Kepala Bidang Pasar, nilainya mencapai Rp2,654 miliar,” katanya.

Ia juga menyebut jika pasca peristiwa kebakaran para pedagang tetap berjualan, namun ada juga yang tidak karena kiosnya habis terbakar. “Kita juga hari ini (kemarin) menurunkan anggota untuk membantu pedagang melakukan pembersihan, dan sejak semalam juga kita sudah menurunkan anggota untuk membantu warga mengevakuasi barang dagangan,” sebutnya.

Kasi Penyelamatan non-Kebakaran pada Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Garut, Tubagus Agus Sofyan mengimbau kepada seluruh warga untuk senantiasa waspada di musim kemarau yang bisa memicu kebakaran besar. Hal yang bisa dilakukan adalah dengan tidak menyalakan listrik atau alat yang berkaitan dengan hal tersebut saat meninggalkan bangunan atau rumah.

“Selain itu juga jangan lupa mematikan tungku dan mencabut tabung gas saat meninggalkan rumah, karena bisa saja itu menjadi pemicu diluar dari listrik. Di musim kemarau seperti ini, percikan kecil saja bisa memicuk kebakaran yang besar, apalagi angin tidak jarang berhembus dengan kencang sehingga bisa semakin melebar kebakarannya,” ucapnya. (igo)

 

Bagikan

Radar Garut

Koranna Urang Garut

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *