Sekolah Jangan Lakukan Pungutan 

Orang Tua yang Terlanjur Bayar, Boleh Ambil Lagi

GARUT – Pemerintah Kabupaten Garut kembali menegaskan bahwa siswa baru di tingkat SD atau siswa baru yang masuk sekolah ke jenjang SMP tidak boleh dipungut biaya, apapun dan berapapun nilainya. Hal tersebut disampaikan Kepala Bidang SMP pada Dinas Pendidikan Kabupaten Garut, Totong.

Menurut Totong, bagi para orang tua yang telah terlanjur membayar atau menyerahkan uang kepada pihak sekolah atau komite, diimbau untuk diambil lagi.

“Terserah kepala orang tua siswa itu sendiri. Kalau mau diambil ya silahkan, tapi kalau mau disumbangkan untuk membantu kegiatan anak-anaknya disekolah, ya tidak apa-apa,” ujar Totong didampingi Kepala MKKS SMP Yusup Gautama, Sabtu (25/9).

Sementara itu, Yusup menambahkan, sebelum pelaksanaan penerimaan peserta didik baru (PPDB), ia telah mewanti-wanti dan sudah diintruksikan kepada semua kepala sekolah SMP jangan ada praktek pungutan biaya apapun, karena SMP merupakan wajib belajar sembilan tahun.

“Sebelum PPDB juga kami termasuk kepala Bidang SMP Pak Totong, juga pimpinan kami, serta pak Bupati sudah mewanti wanti tidak boleh melaksanakan pungutan apapun dan berapa pun.” ujarnya.

Menurut Yusup, kalaupun nanti pihak sekolah ada kekurangan tentunya harus dibuat dulu rencana kerja sekolah (RKS). Selanjutnya setelah RKS dibuat kalau masih ada kekurangan baru dimusawarahkan dengan komite.

“Jadi komite juga tidak boleh sewenang-wenang, komite juga harus transparan dan memberikan laporan, baik ke sekolah maupun ke orang tua siswa. Kan komite juga diberi SK oleh sekolah makanya harus koordinasi,” tegas Yusup.

Ia menjelaskan, bahwa RKS itu dibuat setiap empat tahun sekali, dan setiap tahun boleh direvisi. Dan perlu diketahui pula bahwa sekolah tidak boleh menjual seragam.

“Yang boleh itu adalah menjual seragam ciri khas, misalnya batik, atau baju olahraga karena itu tidak bisa dibeli di toko-toko. Saber Pungli juga kan sudah melarang sekolah menjual baju seragam,” ucapnya.

Sekadar diketahui, sejumlah SMP di Garut telah mengadakan pertemuan antara komite dengan para orang tua siswa, dan mengeluarkan aturan bahwa siswa baru harus membayar sumbangan, yang nilai sudah ditetapkan. Hanya saja aturan tersebut belakangan ini ditentang sejumlah orang tua siswa baru. (erf)

Bagikan

Radar Garut

Koranna Urang Garut

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *