Siswa Histeris Lihat Film G30S/PKI

Histeris Melihat Kekejaman PKI

 

GARUT – Ratusan siswa SMKN 1 Garut histeris melihat adegan – adegan kekejaman yang dilakukan Partai Komunis Indonesia (PKI) pada pemutaran filem G30S/PKI diaula SMKN 1 Garut. Menurut Widdia salah satu siswa mengatakan tidak percaya jika kekejaman PKI lebih kejam dari yang dibayangkan.

Widdia yang mengetahui sejarah G30S/PKI dari buku sejarah selama ini hanya mengawang-ngawang tentang kekejaman PKI selama ini. “Selama ini hanya tau dari pelajaran sejarah dan baca-baca dari buku sejarah, tidak tahu kalau kekejamanya sangat kejam sekali,” ucapnya usai menonton barang G30S/PKI, Kemarin (25/9).

Widdia mengungkapkan bahwa kejaman PKI pada saat membantai Jendral-Jendral sangatlah kejam dan tidak berprikemanusiaan. Dirinya juga berharap kepada Pemerintah agar tidak ada lagi kekejaman yang terjadi pada tahun 1965.

Nonton film G30S/PKI memang kata Widdia menjadi yang pertama kali buatnya. “Ini baru pertama kali, saya nonton film ini (G30S/PKI), jadi pembelajaran sejarah juga dan lebih faham bagimana kejadian yang terjadi pada pemberontakan PKI,” ucapnya.

“Sejak tahun 1998 tidak pernah dilakukan pemutaran kembali filem G30S/PKI, barang kali ada anak yang belum mengetahui sama kejadian itu,” kata Kepala Sekolah H Dadang J Arifin.

Ini juga merupakan pembelajaran sejarah bagi siswa-siswi SMKN 1 Garut yang kebanyakan belum mengetahui kejadian G30S/PKI. Meski memang kata Dadang tidak semua adegan yang ada di film tidak 100 persen sesuai dengan yang terjadi menurut berbagai pihak.

“Akan tetapi, minimal anak – anak memiliki gambaran tentang sejarah yang terjadi kala itu, kalau kontradiktif itu wajar,” katanya.

Karena memang ditepis atau tidak PKI pernah ada dan eksis di bumi Nusantara ini. Bahkan di Garut juga masih banyak antek-antek PKI pada masa itu. Dadang mengatakan bahwa pemutaran film sendiri diniassi oleh para siswa yang banyak belum mengetahui tentang peristiwa G30S/PKI. Jadi pihak sekolah memfasilitasi pemutaran film untuk para siswa.

“Jangan sampai faham komunisme itu bangkit lagi di Indonesia,” katanya. Meskipun memang gonjang-ganjing PKI sudah mulai muncul lagi embrionya terutama didaerah-daerah tertentu.

Jadi sangat wajar anak-anak diberikan pembelajaran mengenai faham komunisme dan apa yang telah terjadi pada para jendral pentinggi negara ini. “Saya sendiri mengalami bahwa ayah saya yang menjadi sasaran para antek komunis ketika saya masih kecil. Rumah saya dicap merah sama tanda silang yang menandakan pemilik rumah harus diculik,” ucapnya. (rul)

 

Bagikan

Radar Garut

Koranna Urang Garut

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *