Dorr! Ada Tembakan di Tempat Karaoke

Pelaku Diamankan Provost Polres Garut

 

GARUT – Dua orang pemandu lagu (PL) yang tengah bekerja di tempat Karaoke Milan, Senin malam (2/10) terkena proyektil peluru yang meletus dari senjata jenis revolver milik Kanitreskrim Polsek Pakenjeng Aiptu SA, Polres Garut.

Pihak Kepolisian Resor Garut menyebut jika berdasarkan pemeriksaan awal dari pemegangnya, letusan tersebut terjadi akibat kecelakaan saat senjata tengah disimpan dan menembus dinding pembatasnya.

Kapolres Garut AKBP Novri Turangga melalui Kasat Reskrim AKP Hairullah didamping Kasubag Humas Polres Garut AKP Ridwan Tampubolon menyebut jika peristiwa tersebut berlangsung cepat. Lokasi terjadinya kecelakaan senjata meletus tersebut berada di salah satu ruangan tempat Karaoke Milan, dan yang menjadi korbannya sendiri adalah dua pemandu lagu yang berada di ruangan sebelahnya.

“Memang betul jika tadi malam (kemarin, red) terjadi kecelakaan yang dilakukan oleh anggota kita dari Polsek Pakenjeng, di mana yang berbuatnya itu satu orang. Kebetulan anggota kita itu sedang hiburan di sana, mungkin karena joget tidak sadar dan tidak sengaja, tau-tau senjatanya meletus menembus dinding sebelahnya dan mengenai korban yang ada di ruang sebelahnya,” ujarnya, Selasa (3/10) di Mapolres Garut.

Hasil dari pemeriksaan sementara, dikatakan Hairullah, anggota tersebut tidak sedang memainkan senjata di dalam ruangan tempat hiburan. Posisi senjata sendiri diakui oleh pemegangnya masih berada di dalam sarung, namun saat berjoget tiba-tiba meletus.

Saat ditanya akan dugaan pelaku yang tengah mabuk, ia belum bisa memastikannya dan sekarang masih dalam pemeriksaan pihak Provost Polres Garut. “Untuk hal tersebut (dugaan mabuk) itu masih dalam pemeriksaan Provost, namun yang jelas anggota ini memang tengah berada di tempat hiburan,” katanya.

Kasus ini sendiri belum sampai ke pihak reserse, sehingga proses-proses yang berkaitan dengan pemeriksaan seperti test urine nanti akan dilakukan oleh pihak provost Polres Garut. “Di dalam tempat ruang tempat hiburan sendiri ada dua orang anggota Polsek dan sisanya merupakan warga, dan yang menjadi korban sendiri adalah pegawai di tempat hiburan tersebut (pemandu lagu),” jelasnya.

Korban sendiri, lanjut dia, akibat letusan tembakan tersebut mengalami luka tembak di bagian paha kiri, dan satunya lagi terkena pecahan gypsum pembatas ruangan, bukan pecahan peluru. Keberadaan anggota Polsek Pakenjeng pun dipastikan tidak sedang melaksanakan tugas, namun hanya untuk hiburan saja.

Pemegangan senjata oleh anggota tersebut, dikatakan Hairullah sudah melalui tahapan proses hingga kemudian dinyatakan layak memegang. “Dia sudah mengikuti psikotes, punya juga rekomendasi dari pimpinan dan memiliki surat pemegang senjata api, dan dia melengkapi persyaratan itu,” ungkapnya.

Meski demikian, seharusnya pemegang senjata tetap, tertib, waspada, hati-hati saat memagang senjata karena revolver diperkenankan untuk diisi peluru. “Jadi sebenaranya senjata boleh saja diisi peluru, tapi harus tetap tertib, waspada, dan safety,” tegasnya.

Pada kesempatan tersebut, Polres Garut juga menyampaikan permohonan maaf atas insiden ini. “Saya mewakili Kapolres Garut memohon maaf atas kejadian yang menimpa kepada korban. Kami sedang memeriksa dua anggota yang diduga meletuskan peluru,” ujar Kasubag Humas Polres Garut AKP Ridwan Tampubolon.

Sementara itu, berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun, insiden tersebut terjadi di komplek pertokoan Jalan Perintis Kemerdekaan, Desa Haurpanggung, Kecamatan Tarogong Kidul, tepatnya di Karaoke Milan sekitar pukul 23.00. korban sendiri terkena letusan peluru Aiptu SA.

SA saat itu tengah bersama rekan-rekannya karaoke di kamar nomor 209, sedangkan korban yang diketahui bernama Devia Sofiani, 20, dan Syifa, 22, di sebelahnya atau kamar nomor 210 bersama tamunya. Saat itu tiba-tiba senjata meletus dan masuk ke ruang nomor 210 dan mengenai paha kiri Deviana, warga Babakan Sukmawijaya, Kelurahan Muarasanding, Kecamatan Garut Kota.

Deviana sendiri saat ini tengah dalam perawatan di RSUD dr Slamet Garut akibat luka yang dialaminya, meski proyektil peluru tidak mengenai tulang. Sedangkan Syifa mengalami luka di bagian pelipis alis akibat pecahan gypsum yang pecah usai diterjang timah panas. (igo)

Bagikan

Radar Garut

Koranna Urang Garut

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *