Desain GOR Ciateul Disesuaikan Anggaran

**Proyek Sudah Diambil Alih PUPR

GARUT – Proyek pembangunan Gelanggang Olahraga (GOR) Ciateul yang awalnya berada di bawah kewenangan Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Garut, diambil alih Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kabupaten Garut.

“Pengerjaan GOR itu sejak awal tahun 2017, sudah diambilalih ke PUPR agar pengerjaannya lebih baik lagi. Sebab kan di sana tenaga tekniknya lebih banyak, sedangkan di Dispora tenaga tekniknya sedikit,” kata Kepala Dispora Kabupaten Garut, Kuswendi, kemarin (12/11).

Sedangkan mengenai desain bangunan GOR kedua yang kurang memenuhi nilai arsitektur bangunan gedung olahraga karena dinilai mirip gudang beras, seperti halnya GOR Ciateul pertama. Kuswendi menjelaskan, hal itu sudah merupakan perencanaan awal hasil konsultan yang berbasis anggaran.

“Pokoknya kalau ingin tahu masalah proses pembangunan GOR ke dua itu mangga silahkan tanya langsung ke PUPR. Karena sejak awal tahun 2017 semuanya sudah diambil alih. Kalau mengenai bentuk itu tentunya sudah dikonsulkan pada perencanaan awal,” ujarnya.

Terkait kritikan pihak Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) dan Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) lantaran kurangnya koordinasi dengan insan olahraga dalam menentukan konsep gedung, Kuswendi menilai hal itu bukanlah suatu keharusan bagi pihaknya untuk melalui proses yang diharapkan dua lembaga olahraga itu.

“Begini saja, Gelora Senayan saja kini sedang direhab besar-besaran, kan langsung saja oleh Kemenpora. Ya kalau istilahnya sosialisasi pasti ada,” ujarnya.

Namun Kadispora ini tetap mengucapkan terima kasih mengenai masukan yang diberikan dari insan olah raga soal pembangunan sarana olah raga di Kabupaten Garut ini.

Terpisah Kabid Sarana Prasarana Dispora Yana Kuswandi menambahkan, mengenai atap GOR itu sudah dikonsultasikan pada perencanaan berbasis anggaran. “Kita juga bisa membuat atap seperti dom, tapi yaitu tadi disesuaikan dengan anggaran,” jelasnya.

Ia mengatakan, anggaran pembangunan gedung permainan itu, pada awal perencanaan sebesar Rp16,8 miliar. Tetapi setelah dialihkan ke Dinas PUPR, dirinya mengaku tidak tahu menahu.

“Setelah oleh PUPR saya tidak tahu karena kan yang dibayarkan kepada kita hanya 25 persen. sisanya kan di PUPR,”  pungkasnya. (erf)

Bagikan

Radar Garut

Koranna Urang Garut

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *