Ke Sekolah Seberangi Sungai

**Tergerus Arus Jembatan Citamiang Terputus

GARUT – Intensitas hujan yang tinggi mengakibatkan naiknya debit air di Sungai Citamiang, Desa Cikondang, Kecamatan Cisompet. Tingginya debit air di sungai tersebut akhirnya merusak sebuah jembatan yang berada di sekitarnya, sehingga mengakibatkan sejumlah warga dan siswa yang hendak bersekolah terganggu aktivitasnya.

Kepala Desa Cikondang, Babang Ganedi mengatakan, jika jembatan yang berada di jalan desa itu merupakan akses utama bagi warga yang menghubungkan dua kecamatan di selatan, yaitu Cisompet dan Cibalong. Jembatan tersebut merupakan satu-satunya jalur bagi warga, dan ada dua dusun juga yang melewati jembatan tersebut, yaitu Mekarmukti dan Sagara.

“Jembatan sepanjang 20 meter ini putus pada Jumat (10/11) setelah hujan yang deras membuat air sungai menyapu Jembatan Citamiang. Sejumlah siswa yang akan sekolah pun terpaksa menyeberangi sungai, sehingga kami minta pemerintah bisa segera membantu perbaikan karena jembatan ini jadi jantung utama warga di sini, kalau dibiarkan aktivitas ekonomi dan pendidikan terganggu,” katanya kepada wartawan, Minggu (12/11).

Ia mengatakan, jembatan Citamiang tersebut merupakan salah satu jalan alternatif utama bagi warga yang tinggal di sekitarnya, termasuk para siswa. Akibat kondisi jembatan yang terputus tersebut, puluhan siswa dari Desa Cikondang yang akan bersekolah ke SMPN Cisompet harus menyeberang Sungai Citamiang.

“Kami khawatir juga dengan konsisi para siswa yang menyebrang sungai, takut sewaktu-waktu terjadi air bah lagi. Kalau debit air kembali meningkat, bisa saja siswa yang seharusnya sekolah meliburkan diri karena tidak bisa melewati sungai akibat tidak adanya jembatan untuk menyebrangi sungai,” katanya.

Muhammad Alfarigi, 12, salah seorang siswa SMPN Cisompet, mengaku jika akses jembatan yang terputus memaksa ia bersama temannya menyeberang sungai karena tak ada jalan lain untuk sampai ke sekolah. “Takut sih ada saat menyeberang sungai tapi banyak yang bantuin saat nyeberang, karena kalau enggak nyeberang sungai nanti enggak bisa ke sekolah,” kata siswa kelas VIII tersebut.

Para siswa sendiri, diakui Alfarigi, untuk menyeberangi sungai dibantu guru dan warga namun tetap harus berhati-hati saat menyeberang Sungai Citamiang. Tak sedikit siswa yang harus membuka sepatu karena takut terjatuh sehingga para siswa berharap jembatan tersebut bisa segera diperbaiki pemerintah. “Mudah-mudahan cepat dibenerin lagi, karena kalau pas jam pulang sekolah hujan, takut debit air sungai naik sehingga tidak bisa nyebrang,” ucapnya. (igo)

 

Bagikan

Radar Garut

Koranna Urang Garut

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *