Tablig Akbar 11/11, Ribuan Umat Islam Putihkan Lapangan Kerkof

Sampaikan Pesan Damai dan Persatuan

Mengambil tema “Garut Bumi Persatuan Muslim”, tablig akbar di Lapangan Kerkof sukses digelar dengan kehadiran ribuan jamaah dari berbagai daerah bahkan luar provinsi.

——-

Ribuan jamaah berbaju putih-putih memadati Lapangan Kerkof, Jl Merdeka, pada Sabtu pagi (11/11), untuk menghadiri tablig akbar 11 November. Terpantau ribuan orang sudah menyemut sejak pukul 08.00.

Barisan jamaah dapat terlihat di sekitaran Jalan Cimanuk, Jl Merdeka dan Jl Pramuka dan mayoritas mereka nampak berseragam putih, ada juga sebagian di antaranya beratributkan salah satu ormas. Pengamanan pun sudah terlihat sejak di luar Lapangan Kerkof yang merupakan unsur gabungan TNI, Polri, Dishub dan Satpol PP.

Sejumlah pasukan yang berjaga di titik-titik strategis di kawasan Garut Kota seperti di perempatan Jalan Pembangunan dan perempatan Jl Papandayan.

Kabag Ops Polres Garut, Kompol Liman Heryawan mengatakan, pengamanan disiapkan sekitar 1.922 personel gabungan dari Polres Garut, Kodim 0611 Garut, Dishub dan Satpol PP Garut. Pasukan pengamanan tak hanya terdapat di Lapang Kerkof, melainkan juga di titik-titik strategis di perkotaan Garut. “Ada tambahan juga dari Polres tetangga jadi 2.100 personel dari Banjar, Tasik Kota, Brimob 2 SSK. Pasukan disebar di wilayah perkotaan Garut,” ujarnya.

Selama kegiatan tablig akbar, salah satu ulama Garut, KH Abdul Halim saat ceramahnya di atas panggung menyampaikan, umat Islam merindukan kebersamaan untuk menjadikan Islam yang kuat. Ia pun mengajak seluruh umat Islam, khususnya yang hadir dalam tablig akbar di Garut untuk tetap menjaga persatuan dan kesatuan seperti yang telah diajarkan dalam agama Islam.

“Kami merindukan ukhuwah Islamiyah, mau kah kita bersatu, tidak melihat golongan partai atau ormas, yang penting seperti dalam Alquran mereka adalah saudara-saudara kita,” katanya dengan semangat.

Salah satu panitia tablig akbar, Yusuf, mengatakan, awalnya kegiatan tersebut akan dilaksanakan di Lapang Alun-alun Garut, tetapi karena jumlah jamaah yang banyak akhirnya dipindahkan ke Lapang Kerkof yang lebih luas. Ia menyampaikan, tablig akbar tersebut menghadirkan ketua GNPF Ulama Ustad Bachtiar Nasir. “Jamaah yang hadir di tablig akbar sangat banyak, datang dari berbagai daerah,” katanya.

Dalam kegiatan tablig akbar ini pun Bupati Garut Rudy Gunawan yang didampingi Wakil Bupati dr Helmi Budiman turut hadir di panggung, dan mendapat kesempatan untuk penyapa jamaah.

Sementara Ustad Bachtiar Nasir (UBN), yang kehadirannya sempat menimbulkan kontroversi, dalam ceramahnya berpesan agar umat Islam memilih pemimpin yang siap memperjuangkan Islam. UBN memulai ceramahnya sekitar pukul 10.00, di mana ia menyampaikan pentingnya Pancasila, khususnya sila pertama yaitu berketuhanan sebagai rujukan. Sehingga ia menegaskan bahwa segala paham atau aliran yang tak berlandaskan pada ketuhanan harus musnah dari Indonesia.

Setelah sekitar satu jam, ia menyudahi ceramahnya, dan setelah sempat duduk di panggung, barulah sekitar pukul 12.00 beserta penceramah lainnya meninggalkan Lapangan Kerkof. Ia mendapat pengawalan ketat dari kelompok pengamanan dari ormas Islam saat ingin beranjak pergi.

Sekelompok wartawan yang hendak mewawancarainya pun kesulitan memperoleh kesempatan bertanya. Namun seusai aksi saling dorong kecil antara wartawan dengan kelompok pengamanan, Bachtiar bersedia diwawancara dan ia menekankan bahwa muslim harus memberi kesempatan memimpin pada orang Islam.

“Memilih pemimpinnya yang siap membela rakyatnya, kalau umat Islam pilih pemimpin yang siap menangkan umat Islam, membela kepentingan umat Islam,” sebutnya.

Selain menyerukan pesan tersebut, ia menyerukan semangat persatuan bagi kelompok muslim dan ingin supaya kelompok muslim tidak mudah dipecah belah. Ia pun memastikan aksi tablig akbar kali ini murni kepentingan Islam, bukan atas kepentingan politik. “Ini murni acara untuk Islam ya supaya Islam bersatu jangan mudah dipecah belah, tak ada embel-embel kepentingan politik atau apapun,” ucapnya.

Selain Bachtiar Nasir, Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq pun ikut memberikan ceramahnya langsung dari Arab Saudi melalui sambungan telepon. Habib Rizieq memulai ceramahnya sekitar pukul 11.00 WIB. “Pahami Alquran sebenar-benarnya karena mengajarkan jangan sekali-kali mati meninggalkan dunia melainkan sebagai orang Islam, taqwa itu kunci kebahagian,” katanya dalam suara telepon yang diputarkan lewat pengeras suara.

Tak hanya berpesan untuk menjadi Islam seutuhnya, ia juga menegaskan Muslim agar mengambil sikap terhadap gejolak munculnya komunisme, sehingga meminta Muslim melawan komunisme. “Kalau ada komunisme, lawan, jangan takut, muslim harus tegas dengan komunisme tidak ada kompromi,” ujarnya.

Selama kegiatan tabligh akbar, aparat gabungan terus melakukan pengamanan, baik di dalam maupun luar area untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan. Kapolres dan Dandim Garut langsung turun di sekitar lokasi kegiatan untuk memimpin anggotanya melakukan pengamanan dibawah terik matahari. (igo)

Bagikan

Radar Garut

Koranna Urang Garut

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *