Omzet Cafe Turun Hingga 50%

**Terpengaruh Daya Beli dan Kondisi Cuaca

GARUT – Sejumlah cafe yang membuka usaha di Kabupaten Garut, saat ini tengah gundah gulana karena omzet penjualan mereka tengah menghadapi posisi yang cukup sulit. Selama beberapa bulan kebelakang, terjadi penurunan omzet yang dianggap cukup signifikan, di mana persentasenya mencapai 30 hingga 50 persen dibanding sebelum-sebelumnya.

Teguh, owner Cafe Dapur Beusi yang membuka usaha di kawasan Jalan Terusan Pembangunan mengatakan, jika di tempatnya selama beberapa bulan ini angka penjualan menurun hingga 30 persen. Penurunan tersebut, menurutnya sedikit banyak memberikan dampak yang cukup signifikan, meski tidak terlalu merugikan bagi pemilik.

“Penurunan ini memang tidak terlalu merugikan, tapi dampaknya di luar penghasilan tentu saja ada, karena ada pekerja yang harus saya bayar setiap akhir bulan salah satunya. Fenomena penurunan omzet ini pun sebetulnya tidak hanya di sini saja, cafe-cafe lainnya di Garut bahkan kota besar seperti Bandung pun tengah menghadapi permasalahan serupa,” ujarnya, Selasa (5/12).

Turunnya omzet tersebut, diakui Teguh, merupakan dampak dari permasalahan ekonomi nasional yang berdampak kepada penghasilan masyarajat Garut. Selain itu juga, kondisi faktor cuaca Garut yang tidak menentu dan menjadikan para customer enggan turun untuk melakukan transaksi dan nongkrong sambil jajan.

“Masalah utamanya memang di dua faktor itu, masalah ekonomi dan cuaca sekarang yang tengah banyak turun hujan. Karena tidak semua warga punya mobil kan, jadinya kalau hujan pasti akan berpikir ulang untuk keluar rumah kalau harus hujan-hujanan menggunakan motor, jadi ya pasti memberikan dampak yang cukup signifikan terhadap penghasilan,” katanya.

Ia sangat berharap agar masalah ekonomi nasional bisa segera berakhir karena dampaknya sangat terasa bagi pengusaha kuliner lokal dan tidak memiliki usaha lain. Karena jika melihat sejumlah pengusaha lain di Garut, meski cafe atau restorannya tidak menguntungkan mereka tetap bisa jalan karena ada sektor usaha lain yang bisa menopang usaha dan menerapkan subsidi silang usaha.

Salah seorang warga, Dian Anugrah, 23, mengaku jika saat ini kondisi perekonomiannya cukup sulit, sehingga menjadikan ia jarang menikmati malam di cafe. Kondisi tersebut ditambah dengan cuaca akhir-akhir ini yang tidak menentu, sehingga tidak jarang rencana hangout malam pun buyar karena hal tersebut.

“Saya juga kan bisa dapat uang dari dagang, tapi penghasilan saya gimana pembeli dan jumlah pembeli sekarang relatif lebih sedikit, dan masalahnya yaitulah kondisi ekonomi yang belum stabil. Mungkin ini masalah yang tengah dihadapi semua orang, jadinya pasti akan terkena dampak yang besar maupun ke il sehingga memberikan pengatuh pada penghasilan juga,” ucapnya. (igo)

Bagikan

Radar Garut

Koranna Urang Garut

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *