Waspada Penyakit Difteri

 

**Ditemukan 11 Kasus di Garut Selatan, Jabar Nyatakan KLB

GARUT – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Garut mengingatkan warganya akan penyakit difteri. Dinkes mengonfirmasi bahwa pihaknya menemukan sejumlah kasus penyakit difteri. Untuk 2017 ini, terpantau ada sebelas kasus penyakit yang bisa melumpuhkan otot-otot tertentu dan tergolong langka itu, dan di Jawa Barat dinyatakan sebagai kejadian luar biasa (KLB).

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Garut Tenny Swara Rifai mengatakan, jika di tahun sebelumnya memang sempat dilaporkan adanya temuan panyakit serupa. Dengan begitu pihaknya pun tidak terlalu kaget ketika Pemerintah Provinsi Jawa Barat menyatakan KLB untuk penyakit difteri.

Untuk kasus difteri di wilayah Kabupaten Garut sendiri, disebutkan Tenny, ditemukan di wilayah Garut selatan. Dan ia sendiri mengaku tidak aneh dengan adanya temuan tersebut karena tahun sebelumnya pun diketahui ada kasus serupa dengan jumlah yang lebih sedikit.

“Ada sebelas laporan dari daerah Garut selatan untuk tahun ini, dan sebetulnya tidak aneh, karena tahun lalu kalau tidak salah pernah ada lima kasus kayaknya. Namun meski muncul di Garut, penderita tidak bisa memperoleh pengobatan di RSUD Garut karena keterbatasan ketersediaan obat, sehingga mereka harus ditangani di RSHS (Rumah Sakit Hasan Sadikin) Bandung sebagai rujukan rumah sakit Provinsi Jawa Barat,” ujarnya kepada wartawan, Rabu (6/12).

Di Garut sendiri, diakui Tenny, memang tidak tersedia obat dan vaksin untuk penyakit difteri karena jarangnya kasus terjadi. “Jadi penanganannya diserahkan ke RSHS karena di kami tidak menyediakan obat dan vaksinnya karena memang jarang kasusnya,” ujarnya.

Berdasarkan informasi, Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat telah mencatat 116 kasus difteri hingga 3 Desember 2017 ini. Dari 116 kasus tersebut, diketahui jumlah kematiannya mencapai 13 kasus, sehingga akhirnya wabah difteri di Jawa Barat masuk dalam status KLB.

Difteri sendiri adalah infeksi bakteri yang bersumber dari corynebacterium diphtheriae, yang biasanya mempengaruhi selaput lendir dan tenggorokan. Difteri biasanya menyebabkan sakit tenggorokan, demam, kelenjar bengkak dan lemas.

Dalam tahap lanjut, difteri bisa menyebabkan kerusakan pada jantung, ginjal dan sistem saraf. Kondisi seperti itu pada akhirnya bisa berakibat sangat fatal dan berujung pada kematian. (igo)

Bagikan

Radar Garut

Koranna Urang Garut

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *